Not Alone

b0dff78e8b0845ece420e9fe078960e2

Not Alone

EXO’s Oh Sehun | MissA’s Bae Suzy

a story by ts_sora

Friendship

Ficlet

.

.

.

Oh Sehun memainkan ujung sepatunya bosan. Sesekali ia terlihat menjinjitkan diri menatap bangunan sekolah yang berada tepat di belakangnya. Ia lantas berpura-pura tidak tahu saat seorang gadis baru saja keluar dari halaman sekolah dengan menaiki sepeda bewarna merah jambu miliknya.

Sehun lantas menghadang sepeda tersebut dengan salah satu kakinyamembuat gadis itu, Suzy menghentikan sepedanya terpaksa. Ia mengusap sisa airmatanya sebelum akhirnya ia berusaha tersenyum menatap laki-laki itu. Sedangkan Sehun berusaha memalingkan wajah seakan ia tidak sisa air mata gadis di hadapannya tersebut. Air mata yang bahkan ia tahu jelas penyebabnya.

“Belum pulang? Bukankah tadi kau bisa pulang dengan sopirmu?” tanya gadis itu berusaha untuk teteap tersenyum. Sehun berdehem pelan sebelum ia terlihat mengusap tengkuknyaberusaha memikirkan beberapa alasan yang pas.

“Ia pulang terlebih dahulu, katanya ia harus melakukan sesuatu untuk Ayahku,” ujar Sehun berkilah namun Suzy hanya mengangguk-anggukan kepalanya seakan mengerti. Sesungguhnya, Sehun yang menyuruh sopirnya untuk pulang terlebih dahulu. Bukan mengapa, hanya sajaentahlah ada rasa bersalah yang ia rasakan saat ini.

.

.

.

.

“Kau kesepian. Kukira kita sama, ayo berteman!”

Begitulah setidaknya apa yang dikatakan gadis itu siang tadi di kantin sekolah. Ajakan pertemanan yang tak lebih dari sebuah basa-basi yang sempat Sehun benci. Ia tak tahu mengapa gadis itu datang dan selalu mengikutinya, dengan sebuah ajakan pertemanan konyol.

Sehun bersumpah ia sudah berusaha untuk tidak menghiraukan gadis itu. Tidak peduli dengan kehadirannya dan ajakan konyol yang gadis itu ajukan padanya. Namun sebesar apapun ia berusaha untuk tidak menghiraukannya, sebesar itu pula gadis itu akan datang padanya lagi dan lagi.

Gadis itu bilang ia mengerti akan keadaannya. Gadis itu bilang ia sama dengannya. Tahu apa dia tentang dirinya?

Jadilah emosi Sehun memuncak siang tadi. Dimana gadis itu datang seperti biasa saat jam istirahat tiba. Gadis itu datang padanya tanpa diundang, duduk di seberangnya dan menatapnya dengan senyum yang sungguh membuat Sehun muak dan melontarkan sebuah ajakan konyol untuk kesekian kalinya. Lalu entah setan apa yang membuat Sehun menggebrak meja dan meneriaki gadis itu untuk pergi darinya sebelum ia mulai berlaku kasar padanyayang membuat keduanya lantas dipanggil menuju ruang konseling bersama.

Ia sungguh tak peduli saat dirinya dipanggil ke ruang konseling. Karena ini bukan pertama kalinya ia masuk ke sana untuk masalah yang baru saja ia lakukan. Dan seperti biasanya sopir pribadinya akan datang menggantikan keabsenan ayahnya. Justru ia tak terlalu mempedulikan hal tersebut.

Namun bukan itu.

Ia tak mengira bahwa Suzy tak memiliki seseorang datang untuknya. Tak ada ibu maupun ayah yang datang menjenguknya. Bahkan perwakilan seperti sanak saudaranya atau sopirseperti Sehun, pun tak ada. Bahkan saat Sehun harus pulang terlebih dahulu, Suzy masih berada di sanasendiri. Bahkan gadis itu memberikan seulas senyumnya saat Sehun beranjak pergi meski gadis itu sendiri tahu ia akan berada di sana untuk setengah jam lamanya.

“Pulang denganku?” tanya gadis itu polos yang membuat Sehun mendesis. Laki-laki itu menendang-nendang kecil ban sepeda tersebut dengan ujung sepatunya.

“Aku ingin merampas sepeda milikmu,” ujar laki-laki itu yang membuat Suzy tertawa kali ini. Gadis itu lantas turun dari sepedanya.

“Kau yang bonceng ya?” ujarnya yang lantas membuat Sehun menurut saja dan naik ke atas sepeda, diikuti Suzy yang duduk pada boncengannya.

“Karena kau yang memboncengku, berarti kita sekarang teman kan?” tanya gadis itu bersemangat namunSehun sekali lagi hanya mendesis.

“Kata siapa? Aku tidak ingin berteman dengan anak cengeng sepertimu.”

“Kata siapa? A-aku tidak cengeng,” ujar gadis itu yang lantas merengut sedangkan Sehun tertawa lepas.

“Ayo kita beli ice cream!” ujarnya kali ini tak tahu malu namunSehun tak lantas menjawab.

“Sehun.”

“Oh Sehun.”

“Ya! Ini sepedaku, jadi kau harus menurut padaku. Ayo kita beli ice cream!” Sehun mendengus keras sebelum akhirnya ia lantas menggoyang-goyangkan sepedanya agar gadis itu jatuh namun nyatanya gadis itu tidak gentar. Ia lantas tertawa keasyikan.

“Dasar aneh.”

“Biar saja. Yang penting kita sudah berteman sekarang,” ujar Suzy kali ini yang lantas membuat Sehun tertawa pelan.

“Pegangan ya.”

.

.

.

Pada akhirnya mereka tahu, mereka tidak akan kesepian lagi.

.

.

.

-fin.

Advertisements

7 thoughts on “Not Alone

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s